Sunday, November 8, 2009

RENUNGAN & PANDUAN : PINTU-PINTU SYAITAN

15 pintu syaitan yang ada didalam diri kita
1. - pintu marah
2. - cinta dunia
3. - kebodohan (keengganan menghadiri majlis ilmu)
4. - panjang angan-angan
5. - rakus
6. - bakhil
7. - suka pada pujian
8. - riak
9. - ujub (merasa kagum)
10.- takut dan gelisah
11.- buruk sangka
12.- memandang rendah pada orang lain
13.- merasa suka pada dosa
14.- merasa aman daripada pembalasan "ALLAH"
15.- putus asa daripada rahmat "ALLAH"

Senjata Menghalang Syaitan
1. - Membaca Bismillah (menjadi kunci pada perbuatan baik)
2. - Banyakkan berzikir
3. - Banyakan Beristighfar
4. - Baca ¿¿ ¿¿¿ ¿¿¿ ¿¿¿ ¿¿¿¿¿¿ ¿¿¿ ¿¿¿ ¿¿ ¿¿¿¿¿¿¿¿
5. - Jangan tidur berseorangan
6. - Baca doa pagi dan petang
7. - Bersugi
8. - Melaksanakan solat jemaah
9. - Berwudhuk sebelum tidur
10.- menutup aurat
11.- Membaca doa masuk tandas.
12.- Banyak berselawat pada hati
13.- Bertaubat, beristighfar
14.- Banyakan baca Al-Quran
15.- Membaca surah Yassin setiap pagi

Rumah yang Tidak Dimasuki syaitan
- Rumah yang bersih
- Penghuni membaca "Bismillah" ketika memasuki rumah
- Sentiasa berzikir (ahli rumah menegakkan solat)
- Penghuninya jujur dan memenuhi janji
- Penghuninya memakan makanan yang halal (dan cara mendapatkannya halal)
- Penghuninya mengekalkan silaturahim (sentiasa mesra)
- Rumah yang penghuninya berbakti kepada Ibu Bapa

Pahala Yang Dapat Dinikmatinya Selepas Matinya

Dari Anas r.a. berkata bahwa ada tujuh macam pahala yang dapat diterima seseorang itu selepas matinya.

1. Sesiapa yang mendirikan masjid maka ia tetap pahalanya selagi masjid itu digunakan oleh orang untuk beramal ibadat di dalamnya.

2. Sesiapa yang mengalirkan air sungai selagi ada orang yang minum daripadanya.
3. Sesiapa yang menulis mushaf ia akan mendapat pahala selagi ada orang yang membacanya.

4. Orang yang menggali perigi selagi ada orang yang menggunakannya.

5. Sesiapa yang menanam tanam-tanaman selagi ada yang memakannya baik dari manusia atau burung.

6. Mereka yang mengajarkan ilmu yang berguna selama ia diamalkan oleh orang yang mempelajarinya.

7. Orang yang meninggalkan anak yang soleh yang mana ianya selalu mendoakan kedua orang tuanya dan beristighfar baginya

8. yakni anak yang selalu diajari ilmu Al-Qur'an maka orang yang mengajarnya akan mendapat pahala selagi anak itu mengamalkan ajaran-ajarannya tanpa mengurangi pahala anak itu sendiri.
Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah S.A.W. telah bersabda : "Apabila telah mati anak Adam itu, maka terhentilah amalnya melainkan tiga macam :
1. Sedekah yang berjalan terus (Sedekah Amal Jariah)

2. Ilmu yang berguna dan diamalkan.

3. Anak yang soleh yang mendoakan baik baginya.

Monday, November 2, 2009

TEGUR KEGIATAN TAK SENONOH

amat Janggal apabila jamil khir sebut : tanggungjawab semua tegur kegiatan tidak senonoh dekat masjid....
semuanya dah sebut tapi beza jamil tu menteri
Memang menjadi kewajipan semua orang tidak kira apa agama wajib menegur perbuatan yang tidak senonoh tidak kira dimana berlaku
apa jamil khir boleh buat untuk cegah kegiatan tak senonoh.......pisau di tangan jamil khir
tapi tidak mahu guna.....jamil khir lebih dilihat sebagai menteri haji bukannya menteri dijabatan perdana menteri....mcm ustaz yang kerja kat tv3, rtm...apa mereka boleh tegur
jamil khir pernah dijemput ceramah tapi takut datang kerana takut ketua cawangan pulau. mcm mana nak jadi menteri yang tegur salah laku.....
perbezaan pendapat dalam islam malaysia selagi tiga golongan tidak bersatu
golongan pertama : berpendidikan agama menceburi politik dinamakan ulamak politik
golongan kedua: berpendidikan agama berkerja dengan kerajaan dinamakan ulamak kerajaan
golongan ketiga : berpendidikan agama tidak kerja manamana dinamakan ulamak swasta
ulamak politik seperti jamil khir, hj hadi, nik aziz akan katakan apa yang parti politik kata mereka kata betul an menjari dalil yang menguntung mereka dan parti mereka..menggunakan tafsir ayat quran untuk parti mereka
manakala
ulamak kerajaan akan buat kerja ikut arahan walau tidak betul niat kerajaan.. janji dapat gaji
ulamak swasta pula akan cakap apa saja asal orang akan jemput mereka ceramah. itu periuk nasi mereka
macam mana islam malaysia nak bersatu
apapun tahniah jamil khir kerna sanggup jadi menteri

Sunday, November 1, 2009

Jadikan Gerakan keluar BN sebagai realiti

Usul daripada negeri yang dirahsiakan itu menyebut: "Pemuda Gerakan menyeru agar parti Gerakan membuat pertimbangan dengan serius sama ada untuk berundur dari BN dalam tempoh satu tahun yang seterusnya."
"Ia (keluar BN) merupakan satu cadangan. Bagaimanapun, menimbulkan banyak reaksi daripada perwakilan kerana ia tidak dapat diterima sama sekali. "

Jadi, dengan sebulat suara, kami tolak cadangan itu," kata Ketua Pemuda Gerakan, Lim Si Pin.
Setiap kali perhimpunan gerakan baik pemuda dan wanita ada saja tuntutan yang di buat terhadap pemimpin barisan nasional khusus Perdana Menteri
Dahla dapat jawatan menteri melalui pintu belakang berani menuntut macam-macam.....
nama ja parti menyokong satu bangsa
perwakilan pun hanya majoriti cina
Tan Sri koh perlu bertanggungjawab terhadap kejatuhan pulau pinang kepada Cina DAP
Penduduk cina pulau pinang telah menolak pimpinan gerakan dimana semua wakil gerakan kalah
walau pun kalah Tan Sri koh masih tersenyum apabila bersalam dengan ketua menteri pulau pinang yang baru....mungkin dalam fikiran Tan Sri koh pertukaran kuasa cina sama cina tak ada beza
tetapi bagi orang melayu pertukaran kuasa tersebut melambangkan melayu mula di jajah oleh DAP
dimana kuasa melayu dalam kerajaan negeri terhapus
Mr Lim telah mengurangkan kuasa melayu kepada agama dan perhubungan sahaja
kuasa lain telah dimonopoli cina
orang melayu di kaburkan dengan kata-kata pemerintahan umar abdul aziz....sedangkan lim guan tak solaT tak puasa tak keluar zakat tak pi haji
tak mengucap
orang melayu sokong juga
Tan Sri Koh tersenyum melaytu di perbodohkan oleh mr lim
nasib melayu

Monday, October 12, 2009

salam

Abdullah bin Amr bin Ash r.a. bercerita bahwa seseorang pernah bertanya kepada Rasululah saw., (pengamalan) Islam yang bagaimanakah yang lebih baik? Nabi menjawab, “Memberi makanan dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang belum kamu kenal.”Bahkan kata Asma binti Yazid r.a., Rasulullah saw. melewati kami (sejumlah wanita) dan mengucapkan salam kepada kami.Menurut suatu riwayat, Asma berkata, suatu hari Rasulullah saw. melewati mesjid ketika kami sejumlah wanita berada di sana, Rasulullah saw. melambaikan tangannya dengan (mengucapkan) salam.Bahkan, kata Anas bin Malik r.a., ia melewati anak-anak, lalu ia mengucapkan salam kepada mereka. Ia melakukan itu karena Rasulullah saw. melakukan hal seperti itu.Jadi, mengucapkan salam adalah salah satu hak seorang muslim yang wajib ditunaikan oleh muslim yang lain. Sebagai sebuah hak, mengucapkan salam tidak pantas untuk ditinggalkan pelaksanaannya. Memang ada hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abdil Barr yang mengatakan bahwa mengucapkan salam itu sunnah, sedangkan menjawabnya adalah wajib (fardhu).Makna SalamKata as-salaam adalah salah satu nama Allah swt. Ketika kita mengucapkan assalamu’alaikum, artinya kamu dalam lindungan Allah swt. sebagaimana ucapan Allahu ma’aka, Allah menyertai (dan melindungi) kamu, juga seperti ucapan Allahu yahfazhuka, Allah melindungi kamu. As-salaamu juga berarti as-salaamah, keselamatan. Jadi, assalaamu’alaikum bermakna keselamatan dari Allah menyertaimu.Ucapan salam dilafalkan minimal assalaamu’alaikum. Menggunakan kum, kalian, meskipun muslim yang disapa hanya satu orang. Sebab, salam tersebut juga disampaikan kepada malaikat yang ada di sekitar diri si mulim yang disapa.Sedangkan ucapan salam yang sempurna adalah assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh, semoga keselamatan dari Allah menyertaimu, begitu juga rahmat dan berkah-Nya. Jika yang diberi salam hanya satu orang, maka wajib orang yang diberi salam membalas salam tersebut. Jika yang disalami jama’ah (orang banyak), menjadi fardhu kifayah untuk dijawab oleh semua dan dianggap cukup jika dijawab oleh sebagian jama’ah tersebut.Dari Ali bin Abi Thalib r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Dicukupkan bagi suatu kelompok (jama’ah) jika berlalu untuk mengucapkan salam salah sati di antara mereka, dan cukuplah dari jama’ah (kelompok) untuk menjawab salam (oleh) salah satu di antara mereka.”

bentuk salam

Bentuk SalamBentuk salam mesti sesuai dengan yang disunnahkan Rasulullah saw. Kata Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Ketika Allah menciptakan Nabi Adam r.a. yang tingginya enam puluh dzira (dari ujung jari hingga siku), Allah berfirman, ‘Pergilah, dan ucapkanlah salam kepada mereka -sejumlah malaikat yang sedang duduk-lalu didengarkanlah apa jawaban mereka terhadap salamu itu.’ (Jawaban mereka) itu adalah ucapan salam kamu dan salam keturunanmu. Lalu ia mengucapkan, assalaam ‘alaikum. Dan mereka pun menjawab, assalaamu ‘alaikum wa rahmatullahi, jadi mereka, para malaikat, itu menambahkan wa rahmatullahi.”Sedangkan Muhammad bin Amr bin ‘Atha berkata, aku pernah duduk dekat Ibn Abbas r.a. lalu ada orang Yaman yang mengucapkan salam kepadanya. Assalaamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh –semoga salam sejahtera dari Allah kepadamu beserta rahmat dan berkah-Nya– lalu ia pun masih menambahkan sesuatu setelah (kata wa barakaatuh) itu. Ibn Abbas r.a. mengatakan -ia ketika itu telah buta-”Siapa itu?” Mereka -sahabat-mengatakan, “Itu adalah orang Yaman yang datang berkunjung kepadamu.” Lalu mereka mengenalkan orang Yaman tersebut kepadanya. Lalu Ibn Abbas r.a. berkata, “Sesungguhnya salam itu selesai sampai al-barakah.”Jabir bin Sulaim Al-Hujaimi bercerita bahwa ia pernah mendatangi Rasulullah saw. dan mengucapkan, “‘Alaikassalaam, ya Rasulullah.” Rasulullah saw. bersabda, “Jangan mengucapkan ‘alaikassalaam, sebab kata-kata ‘alaikassalaam itu ucapan selamat (bagi) mayit. Jika engkau mengucapkan salam, maka ucapkanlah salaam ‘alaika sehingga yang menjawab akan mengatakan ‘alaikassalaam.”Dalam Jami’ al-Ushuul fii Ahaadits ar-Rasuul, Ibnu Atsir mengatakan, sesungguhnya assalamu ‘alaika merupakan ucapan selamat (bagi) mayit. Diperkirakan bahwa yang disunahkan dalam memberikan salam kepada mayit adalah ‘alaikumussalam sebagaimana dikatakan dan dilakukan oleh banyak orang awam. Ada riwayat yang cukup kuat bahwa Nabi Muhammad saw. mendatangi kuburan seraya mengucapkan salam. Ia mengucapkan, assalaamu ‘alaikum, wahai ahli kubur dari kaum mukminin. Dalam salam yang diucapkan Rasulullah saw. tersebut kata as-salaam disebutkan sebelum menyebutkan orang yang didoakan, sebagaimana salam untuk orang-orang yang masih hidup. Mengapa Rasulullah saw. melakukan hal itu?Hal itu menjadi isyarat darinya tentang sesuatu yang menjadi tradisi salam (ucapan selamat) untuk orang yang telah meninggal. Sebab mereka, para sahabat, pernah mendahulukan nama mayit sebelum berdoa. Menurut sunnah Nabi, tidak ada bedanya antara salam bagi yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal. Ini berkaitan dengan kebaikan.Adapun yang berhubungan dengan keburukan dan kejahatan, justru tradisinya adalah mendahulukan orang yang didoakan sebelum mengucapkan “selamat”. Sehingga mereka (mesti) mengatakan, ‘alaika la’natullah -semoga kutukan Allah atasmu–, wa ‘alaihi ghadhabullah -semoga murka Allah atasnya–. Perhatikan firman Allah swt., “Dan sesungguhnya atasmu laknat-Ku sampai hari pembalasan.” (Shad: 78). Dan berkenaan dengan salam itu ada dua logat, salaamun ‘alaikum dan assalaamu ‘alaikum.

hak muslim sesama muslim

Mengucapkan dan menjawab salam adalah hak dan kewajiban antar-muslim yang dapat menguatkan tali persaudaraan dan ikatan kasih sayang. Apalagi dilakukan dengan wajah ceria, gembira, dan hangat. Karena itu tak heran jika Abdullah bin Harits bin Hazm r.a. berkata, “Aku tidak pernah melihat seseorang yang paling banyak senyum melebihi Rasulullah saw.”

Bukan hanya senyum. Rasulullah saw. memasukkan ucapan salam sebagai salah satu dari enam hak muslim yang harus dipenuhi saudaranya. Abu Hurairah r.a. menyampaikan kepada kita bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Hak muslim yang mesti dilakukan terhadap muslim lainnya itu ada enam.” Ada yang bertanya, “Apakah yang enam itu, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Jika kamu bertemu, ucapkanlah salam kepadanya;
jika ia mengundangmu, datangilah;
jika ia minta nasihat, nasihatilah;
jika ia bersin lalu memuji Allah, doakanlah; dan
jika ia sakit, jenguklah ia;
jika ia meninggal, maka antarkanlah jenazahnya.”

Abu Hurairah r.a. juga menyampaikan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Demi Allah, kamu tidak akan masuk surga hingga kamu beriman; dan kamu tidak akan beriman, kecuali jika kamu saling mencintai. Senangkah kamu jika aku tunjukkan kepada sesuatu yang jika kamu melakukannya kamu akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antaramu.”