Saturday, September 26, 2009

Doa untuk ahli kubur



Dalam suatu hadis dikatakan: “Sungguh ada seorang hamba yang tercatat sebagai anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya ketika mereka masih hidup, kemudian keduanya meninggal, tetapi ia tidak melaksanakan apa yang mereka tinggalkan dalam agamanya dan tidak memohonkan ampunan untuk mereka, maka Allah azza wa jalla mencatatnya sebagai anak yang durhaka. Ada juga seorang hamba yang tercatat sebagai anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya dan tidak berbakti kepada mereka ketika mereka masih hidup, tetapi setelah mereka meninggal ia melaksanakan apa yang mereka ditinggalkan dalam agamanya, dan memohonkan ampunan untuk mereka, maka Allah azza wa jalla mencatatnya sebagai anak yang berbakti.” (Al-Kafi 2: 163, hadis ke 21)Di antara kebaikan yang terpenting bagi kedua orang tua dan seluruh kerabat yang telah meninggal adalah menunaikan perintah agama yang mereka tinggalkan saat hidupnya, melepaskan mereka dari hak-hak Allah dan mahluk-Nya, mengqadha’ apa yang mereka tinggalkan, haji dan seluruh ibadahnya, dengan cara membayar atau bersedekah.Dalam riwayat yang shahih dikatakan bahwa Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) melakukan shalat untuk anak-anaknya setiap malam dua rakaat, dan untuk kedua orang tuanya setiap hari dua rakaat; pada rakaat yang pertama setelah Fatihah membaca surat Al-Qadar, dan rakaat kedua surat Al-Kautsat. (Al-Bihar 82: 63)Umar bin Yazid berkata bahwa Imam Ja’far Ash-Shadiq (as) melakukan shalat untuk puteranya setiap malam dua rakaat, dan untuk orang tuanya setiap siang hari dua rakaat.” Kemudian aku bertanya kepadanya: Mengapa shalat untuk anak dilakukan di malam hari? Beliau menjawab: Karena permadani untuk anakku. (At-Tahdzib 1: 467, hadis ke 178)Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Sesungguhnya seorang mayat yang berada dalam himpitan kubur, kemudian Allah meluaskan kuburnya dan memberikan kurnia kepadanya. Lalu dikatakan kepadanya: Kamu diringankan dari himpitan kubur kerana solat Fulan saudaramu untukmu. Kemudian ditanyakan kepada Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa): Bolehkah solat dua rakaat itu untuk dua orang? Beliau menjawab: Boleh.Selanjutnya beliau berkata: “Sesungguhnya seorang mayyit, ia merasakan bahagia akibat kasih sayang yang dihadiahkan kepadanya dan permohonan ampunan untuknya, sebagaimana orang yang hidup bahagia dengan hadiah yang diberikan kepadanya. (Al-Faqih 1: 117, hadis ke 554)Rasulullah saw bersabda: “Masuklah pada mayyit di kuburnya shalat, puasa, haji, sedekah, kebajikan, dan doa; dan pahalanya dicatat untuk orang yang melakukan dan juga untuk mayyit. (A-Faqih 1: 117, hadis ke 557)Rasulullah saw juga bersabda: “Barangsiapa dari kalangan muslimin yang melakukan amal soleh untuk orang yang telah meninggal, Allah melipatgandakan pahala baginya dan dengannya memberi manfaat pada orang yang telah meninggal.” (Al-Faqih 1: 117, hadis ke 556)Dalam suatu riwayat dikatakan: Jika seseorang bersedekah dengan diniatkan untuk orang yang telah meninggal, Allah memerintahkan kepada malaikat Jibril agar datang membawa seribu malaikat ke kuburnya, dan masing-masing malaikat membawa tempat makanan dan berkata: “Salam atasmu wahai kekasih Allah, ini hadiah dari Fulan bin Fulan untukmu.”“Kemudian bercahayalah kuburnya, dan Allah memberikan kepadanya seribu kota di surga, mengawinkannya dengan seribu bidadari, memberinya seribu pakaian yang

No comments:

Post a Comment

Post a Comment